Senin, 18 Juni 2018

Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses

TUGAS MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN PROFIL WIRAUSAHAWAN

Sukanto Tanoto 

Dosen Pengasuh
 Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh
Afriza Suzaili Berutu
171201027
HUT 2B
  PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
          2018














Sukanto Tanoto
Merintis Usaha Di Bidang Kehutanan

Biografi
Sukanto Tanoto  lahir di Belawan, Medan  pada 25 Desember 1949 merupakan pengusaha Indonesia yang memulai usaha di industry pengolahan kayu. Sukanto Tanoto merupakan anak tertua dari tujuh laki-laki bersaudara. Ayahnya adalah seorang imigran dari kota Putian, provinsi Fujian, daratan Tiongkok. Pada tahun 1966, Sukanto Tanoto terpaksa berhenti sekolah setelah sekolah Tiongkok pada waktu itu ditutup oleh rezim Orde Baru, Presiden Suharto. Dia tidak dapat meneruskan sekolah ke sekolah nasional karena ayahnya masih berkewarganegaraan Tiongkok.

Setelah sang ayah meninggal secara mendadak, Sukanto Tanotolah yang harus menjalankan bisnis keluarga. Secara bertahap Sukanto Tanoto mengembangkan bisnisnya mulai dari perdagangan umum hingga memenangkan kontrak-kontrak bisnis pembangunan jaringan pipa gas internasional. Pada saat terjadi krisis minyak di tahun 1972 yang menyebabkan harga minyak dunia melambung, Sukanto Tanoto mendapatkan keuntungan dari bisnis kliennya yang berkembang secara pesat. Dengan tambahan modal usaha, Sukanto Tanoto mengalihkan perhatiannya pada bisnis yang berbeda di tahun 1973, pada saat itu Indonesia menjadi pengekspor kayu log ke Jepang dan Taiwan untuk diolah menjadi plywood, sebelum diimpor kembali ke Indonesia dengan harga yang mahal.

Sukanto Tanoto melihat situasi tersebut sebagai peluang untuk membangun sendiri pabrik pengolahan kayu di Indonesia. Namun, untuk merealisasikan hal itu, dia membutuhkan ijin. Di zaman pemerintahan Presiden Suharto, ijin-ijin tersebut hanya bisa diperoleh dari para pejabat yang merupakan mantan Jenderal TNI. Sukanto Tanoto dipaksa untuk bekerja bersama seorang Jenderal yang memberikannya restu untuk membangun sebuah pabrik plywood pertama di Indonesia. Pejabat tersebut kemudian yakin akan potensi yang besar dari sebuah pabrik pengolahan kayu setelah melihat pabrik tersebut selesai dibangun olehnya. Dengan berdirinya pabrik pengolahan kayu tersebut terbukalah peluang nilai tambah bagi ekonomi Indonesia serta penciptaan lapangan kerja. Pabrik tersebut diresmikan oleh Presiden Suharto dan mulai beroperasi pada tahun 1975.

Sukanto Tanono merupakan pengusaha otodidak dan tidak menyelesaikan pendidikan formal di bangku sekolah. Beliau belajar bahasa Inggris kata demi kata menggunakan kamus bahasa Tiongkok – Inggris dan akhirnya mampu mengikuti sekolah bisnis di Jakarta pada pertengahan tahun 1970. Beliau kemudian melanjutkan belajar di INSEAD di Fontainebleau, Perancis. 
Pada tahun 1997, Sukanto Tanoto memilih menetap di Singapura bersama keluarganya, dan mendirikan kantor pusatnya di sana. Sukanto Tanoto tetap merupakan warga negara dan memegang paspor Indonesia.
Pada tahun 2013, dia adalah salah satu pengusaha terkaya di Indonesia dengan nilai aset sebesar 2,3 milyar dollar. Berawal sebagai pemasok peralatan dan kebutuhan bagi perusahaan minyak negara Pertamina, Sukanto Tanoto merintis usaha di bidang kehutanan pada tahun 1972. Kepentingan bisnis Sukanto Tanoto dijalankan oleh kelompok usaha the Royal Golden Eagle International (RGEI), yang dulu dikenal sebagai Raja Garuda Mas.


Pendidikan
  • Sekolah Dasar di Belawan (1960)
  • Sekolah Menengah Pertama di Medan (1963)
  • Sekolah Menengah Atas di Medan (1966)
  • Indonesia Executive Management Program, Insead, Prancis (1980)
  • Harvard Business School AS (1982)
  • Wharton Fellows Program (2001)

Organisasi
  • Anggota Young Presiden's Organization (YPO)
  • Anggota Mercantile Club
  • Anggota Hilton Executive Club
  • Anggota Indonesia Financial Executive Association (FEA)
  • Anggota Canadian Pulp & Paper Association (CPPA)
  • Anggota World Presidents Organization (WPO)
  • Anggota Chief Executive Organization 
  • Prince of Wales Business Leaders Forum
Karir
  •  Pengusaha Toko Onderdil Mobil di Medan (1968)
  •  Direktur CV Karya Pelita di Medan (1972)
  •  Direktur Utama PT Raja Garuda Mas (1973)
  •  Dirut PT Bina Sarana Papan di Medan (1976)
  • Dirut PT Overseas Lumber Indonesia di Medan (1979)
  • Dirut PT Gunung Melayu (1980)
  • Dirut PT Inti Indosawit Sejati (1980)
  • Dirut PT Saudara Sejati Luhur (1985)
  • Komisaris Utama PT Inti Indorayon Utama (1983 - sekarang)
  • Chairman & CEO Raja Garuda Mas International (Sekarang) 
 

Kiat - kiat Sukses
Pantang Menyerah Terhadap Keadaan 
  • Putus Sekolah, Sukanto Tanoto tetap semangat belajar. Ia terus rajin membaca apa saja mulai dari surat kabar, majalah, hingga buku.
  • Sukanto Tanoto mau belajar apa pun secara otodidak. Contohnya mempelajari bahasa Inggris dengan kamus Inggris-Tiongkok.
  • Tidak malu bertanya tentang apa pun yang tidak diketahuinya termasuk kepada pegawainya sendiri.
  • Pindah dari Belawan ke Medan untuk meneruskan usaha keluarga. Sukanto Tanoto tetap tekun menjalaninya.
  • Tidak takut menerima tantangan. Semua halangan malah dijadikan sebagai sarana belajar dan mengasah kemampuan.

Berani Terjun Ke Bidang Baru
  • Mendirikan pabrik kayu lapis pada 1972. Sukanto Tanoto mau melakukannya karena menilai Indonesia tidak pantas mengimpor kayu lapis.
  • Mendirikan Royal Golden Eagle pada 1973. Ia memulainya sebagai pionir industri kelapa sawit di Indonesia.
  • Kembali menjadi perintis industri pulp and paper di Indonesia.
  • Sukanto Tanoto selalu berani terjun ke bidang yang sebelumnya  tidak diketahuinya sama sekali. Ia justru memandang hal tersebut sebagai kesempatan belajar.

Terus Belajar Sampai Kapanpun
  •  Meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi ketika sudah memiliki biaya.
  • Rajin mengikuti kursus singkat dalam bidang bisnis di institusi pendidikan terkemuka seperti INSEAD dan The Wharton School.
  • Selalu membaca buku. Kegiatan yang dilakukan di sela-sela perjalanan yang dilakukan.
  • Mau terus belajar hal baru.

Membagikan Semangat Belajar dan Bekerja Keras ke Pihak Lain
  •  Sejak 1982, Sukanto Tanoto dan istrinya merintis pendirian Tanoto Foundation.
  • Tanoto Foundation merupakan yayasan nirlaba yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
  • Lewat Tanoto Foundation, Sukaanto Tanoto menyebarkan semangat belajar dan bekerja keras dengan beragam kegiatan.
Sumber :


Jumat, 01 Juni 2018

Kata Maba

Bukan soal siapa yang terbaik tapi soal siapa yang dapat bertahan di setiap semesternya.

Apa Pentingnya Komodo ??

Tugas Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                       Medan,   April 201 9   Manfaat Ekonomi Sumberd...