Tugas Ekonomi
Sumberdaya Hutan Medan, April 2019
Manfaat
Ekonomi Sumberdaya Hutan
Komodo (Varanus komodoensis)
Dosen Penanggungjawab
Dr. Agus
Purwoko, S. Hut., M. Si
Oleh:
Afriza
Suzaili Berutu
171201027
Hut 4B
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
Komodo
Komodo,
atau yang selengkapnya dikata biawak komodo (Varanus komodoensis),
yaitu spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. Biawak
ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga dikata dengan nama setempat ora.
Termasuk anggota famili biawak Varanidae, dan klad Toxicofera, komodo menjadikan kadal terbesar di dunia, dengan
rata-rata panjang 2-3 m. Ukurannya yang besar ini berhubungan dengan gejala gigantisme pulau, yakni kecenderungan
meraksasanya tubuh hewan-hewan tertentu yang hidup di pulau kecil terkait
dengan tidak adanya mamalia karnivora di pulau tempat hidup komodo, dan laju metabolisme komodo yang kecil. Sebab besar
tubuhnya, kadal ini menduduki posisi predator puncak yang mendominasi ekosistem tempatnya hidup. Komodo ditemukan oleh peneliti barat tahun
1910. Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat bentuk mereka
populer di kebun binatang. Habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat
acara manusia dan sebabnya IUCN memasukkan komodo bagi spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini sekarang
dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, dibangun bagi
mengamankan mereka. klik disini
Anatomi dan morfologi
Kulit komodo.
Komodo liar dewasa biasanya memiliki berat sekitar 70 kg,
tetapi komodo yang dipelihara di penangkaran sering kali memiliki bobot
yang lebih berat. Spesimen liar terbesar yang pernah ditemukan
panjangnya mencapai 3.13 meter dengan berat sekitar 166 kg, termasuk
berat makanan yang belum dicerna di dalam perutnya.
Komodo memiliki ekor yang sama panjang dengan tubuhnya. Meskipun komodo
tercatat sebagai kadal terbesar di dunia, namun bukan spesies yang
terpanjang. Reputasi panjang tubuh (tidak termasuk berat badan) dipegang
oleh biawak Papua (Varanus salvadorii).
Komodo jantan lebih besar daripada komodo betina, dengan warna kulit
dari abu-abu gelap sampai merah batu bata, sementara komodo betina
biasanya berwarna hijau kecokelatan dan memiliki bercak kecil kuning
pada tenggorokannya. Komodo muda lebih bervariasi warnanya, dengan warna
kuning, hijau dan putih dengan latar belakang hitam.
Di dalam mulut komodo dewasa, terdapat sekitar 60 buah gigi yang bergerigi tajam sepanjang sekitar 2.5 cm, yang sering terlepas atau ditanggalkan. Komodo memiliki lidah yang panjang, berwarna kuning kecokelatan dan bercabang.
Air liur komodo merupakan salah satu hal yang sering dibicarakan banyak
orang karena kebanyakan orang menganggapnya beracun seperti bisa ular
atau kadal beracun, bahkan dianggap tidak ada obatnya, baik untuk
mencegah maupun menetralkan racun tersebut. Walau begitu, hal ini
menjadi perdepatan panjang diantara para ahli hewan di dunia.
Perilaku
Komodo liar hanya terdapat dan hanya bisa ditemukan di Indonesia di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di pulau Komodo, Rinca dan beberapa pulau kecil di sekitarnya serta di pesisir barat pulau Flores.
Habitat komodo adalah padang rumput terbuka (sabana) dan hutan belukar,
terkadang juga di pesisir pantai. Komodo beraktivitas pada siang hingga
sore hari, tetapi tetap berteduh ketika suhu udara sangat panas. Komodo adalah binatang yang penyendiri dan hanya berkumpul
bersama pada saat makan atau berkembang biak. Biawak ini dapat berlari
cepat hingga 20 km/jam pada jarak yang pendek. Komodo juga pandai
berenang dan mampu menyelam sedalam 4.5 meter serta pandai memanjat pohon menggunakan cakar mereka yang kuat.
Untuk menangkap mangsa yang berada di luar jangkauannya, komodo dapat
berdiri dengan kaki belakangnya dan menggunakan ekornya sebagai
penunjang. Seiring bertambahnya umur dan ukuran badan, komodo lebih sering
menggunakan cakarnya sebagai senjata, karena ukuran tubuh yang besar
menyulitkannya memanjat pohon. Untuk tempat berlindung, komodo mampu menggali lubang selebar 1–3 meter dengan tungkai depan dan cakarnya yang kuat.
Karena ukuran tubuhnya dan kebiasaan tidur di dalam lubang, komodo
dapat menjaga panas tubuhnya selama malam hari dan mengurangi waktu
berjemur pada pagi hari selanjutnya.

Ekosistem
Kehadiran ekosistem penyusun bentang
alam Pulau Besar dan Pulau Kecil mendukung keberlanjutan populasi komodo
(Varanus komodoensis). Pada tahun 1992 dan 1996, sebagian Pulau Besar dan Pulau
Kecil ditetapkan sebagai taman nasional, meliputi Cagar Alam (CA) Wolo Tado, CA
Riung dan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) 17 Pulau. Pulau Besar atau Flores dan
Pulau Kecil atau Ontoloe merupakan pulau di bagian Utara daerah Riung, Nusa
Tenggara Timur (NTT). Bentang alam karst mendominasi Pulau Besar dan Pulau
Kecil. Tipe ekosistem yang ditemukan merespon bentang alam karst yaitu daerah
dengan ketersediaan air tanah yang sedikit (IUCN 2008) dan lapisan tanah yang
tipis. Ekosistem hutan ekoton merupakan ekosistem antara ekosistem hutan bakau
dan ekosistem hutan sabana. Tipe ekosistem hutan ekoton di Pulau Besar, khususnya
di Wolo Tado telah diubah menjadi jalan raya. Sedangkan di Riung, tidak
ditemukan ekosistem hutan ekoton sebab langsung berbatasan dengan tebing atau
cliff. Ekosistem hutan ekoton di Pulau Kecil telah dikoloni oleh semak Lantana
camara. Seperti dijelaskan sebelumnya, bentang alam karst mendominasi Pulau Besar
dan Pulau Kecil maka kehadiran komunitas vegetasi di ekosistem karst sebagai
respon terhadap karst. Achmad (2011) menyatakan komunitas tumbuhan karst
memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap kekurang air, lapisan air tanah
yang tipis dan kemiringan topografi. Usikan yang terjadi di karst cenderung
berubah ke arah negatif sehingga penebangan, pengubahan bentuklahan dan
revegetasi harus bijak (Blegur dkk, 2017).
Pemanfaatan
Jasa Lingkungan
dipandang sebagai penggerak ekonomi kehutanan masa depan. Dalam dua dekade
terakhir, sektor wisata telah menjadi pemasukan eksternal bagi negara berkembang
dibanding sektor lain dan fenomena yang sama dapat diamati pada Taman Nasional
Komodo. Pemasukan taman nasional menjadi isu yang penting dalam manajemen
kawasan konservasi karena dalam pengelolaannya kawasan konservasi khususnya
taman nasional sangat tergantung pada pendanaan dari pemerintah. Posisi tawar
kawasan konservasi menjadi rendah karena pemasukan dari kawasan konservasi yang
sangat luas tidaklah sebanding. Hal ini menunjukkan bahwa konservasi dan
pemanfaatannya sudah saatnya untuk mendapatkan porsi perhatian yang sama. Taman
Nasional Komodo (TNK) dengan sumberdaya alamnya yang unik menjadi daya tarik kedatangan
wisatawan. Kunjungan ke TNK ini membawa pemasukan bagi negara dalam bentuk PNBP
(Penerimaan Negara Bukan Pajak). PNBP
yang menjadi wujud dari manfaat penyelenggaraan wisata alam, sektor bisnis
turut berkembang dan masyarakat juga memperoleh manfaat baik ekonomi maupun
sosial budaya dari pertukaran informasi yang terjadi dengan wisatawan yang
berasal dari berbagai wilayah. Pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam TNK
dilakukan dengan menjadikan keunikan dan keanekaragaman sumberdaya alam sebagai
modal daya tarik kunjungan (Muthiah dkk, 2015).
Komodo sendiri
juga punya pengaruh penting dalam memperkenalkan Indonesia dikancah
Internasional, komodo dikenal hanya ada di Indonesia dan sudah diakui dunia. Dengan
semakin terkenalnya komodo otomatis membuat tempat tinggalnya pun terkenal,
sekarang bagaimana cara kita melestarikan komodo yaitu salah satunya dengan cara
menjaga ekosistem aslinya. Komodo juga sering dimanfaatkan sebagai media
pendidikan.
Sumber :
Blegur, Willem
Amu., Tjut Sugandawaty Djohan., Su Ritohardoy. 2017. Vegetasi Habitat Komodo
dalam Bentang Alam Riung dan Pulau Ontoloe di Nusa Tenggara Timur. Jurnal
Majalah Geografi Indonesia 31 (1) : 95-111.
Muthiah, J .,
Rinekso Soekmadi., Dodik Ridho Nurrochmat.2015. Dampak Kegiatan Wisata Alam
Bagi Masyarakat Dalam Kawasan Taman Nasional Komodo Provinsi Nusa Tenggara
Timur. Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan 2(1) : 60-69.
https://id.wikipedia.org/wiki/Komodo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar