TUGAS
MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN PROFIL WIRAUSAHAWAN
Sukanto Tanoto
Dosen Pengasuh
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh
Afriza Suzaili Berutu
171201027
HUT 2B
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2018Sukanto Tanoto
Biografi
Sukanto Tanoto lahir di Belawan, Medan pada 25 Desember 1949 merupakan pengusaha Indonesia
yang memulai usaha di industry pengolahan kayu. Sukanto Tanoto merupakan anak tertua dari tujuh laki-laki bersaudara. Ayahnya adalah seorang imigran dari kota Putian, provinsi Fujian,
daratan Tiongkok. Pada tahun 1966, Sukanto Tanoto terpaksa berhenti
sekolah setelah sekolah Tiongkok pada waktu itu ditutup oleh rezim Orde Baru, Presiden Suharto. Dia tidak dapat meneruskan sekolah ke sekolah nasional karena ayahnya masih berkewarganegaraan Tiongkok.
Setelah sang ayah meninggal secara mendadak, Sukanto Tanotolah yang
harus menjalankan bisnis keluarga. Secara bertahap Sukanto Tanoto
mengembangkan bisnisnya mulai dari perdagangan umum hingga memenangkan
kontrak-kontrak bisnis pembangunan jaringan pipa gas internasional. Pada
saat terjadi krisis minyak di tahun 1972 yang menyebabkan harga minyak
dunia melambung, Sukanto Tanoto mendapatkan keuntungan dari bisnis
kliennya yang berkembang secara pesat. Dengan tambahan modal usaha,
Sukanto Tanoto mengalihkan perhatiannya pada bisnis yang berbeda di
tahun 1973, pada saat itu Indonesia menjadi pengekspor kayu log ke
Jepang dan Taiwan untuk diolah menjadi plywood, sebelum diimpor kembali
ke Indonesia dengan harga yang mahal.
Sukanto Tanoto melihat situasi tersebut sebagai peluang untuk
membangun sendiri pabrik pengolahan kayu di Indonesia. Namun, untuk
merealisasikan hal itu, dia membutuhkan ijin. Di zaman pemerintahan
Presiden Suharto, ijin-ijin tersebut hanya bisa diperoleh dari para
pejabat yang merupakan mantan Jenderal TNI. Sukanto Tanoto dipaksa untuk
bekerja bersama seorang Jenderal yang memberikannya restu untuk
membangun sebuah pabrik plywood pertama di Indonesia. Pejabat tersebut
kemudian yakin akan potensi yang besar dari sebuah pabrik pengolahan
kayu setelah melihat pabrik tersebut selesai dibangun olehnya. Dengan
berdirinya pabrik pengolahan kayu tersebut terbukalah peluang nilai
tambah bagi ekonomi Indonesia serta penciptaan lapangan kerja. Pabrik
tersebut diresmikan oleh Presiden Suharto dan mulai beroperasi pada
tahun 1975.
Sukanto Tanono merupakan pengusaha otodidak dan tidak menyelesaikan
pendidikan formal di bangku sekolah. Beliau belajar bahasa Inggris kata
demi kata menggunakan kamus bahasa Tiongkok – Inggris dan akhirnya mampu
mengikuti sekolah bisnis di Jakarta pada pertengahan tahun 1970. Beliau
kemudian melanjutkan belajar di INSEAD di Fontainebleau, Perancis.
Pada tahun 1997, Sukanto Tanoto memilih menetap di Singapura bersama keluarganya, dan mendirikan kantor pusatnya di sana. Sukanto Tanoto tetap merupakan warga negara dan memegang paspor Indonesia.
Pada tahun 2013, dia
adalah salah satu pengusaha terkaya di Indonesia dengan nilai aset
sebesar 2,3 milyar dollar. Berawal sebagai pemasok peralatan dan kebutuhan bagi perusahaan minyak negara Pertamina, Sukanto Tanoto merintis usaha di bidang kehutanan pada tahun 1972. Kepentingan bisnis Sukanto Tanoto dijalankan oleh kelompok usaha the
Royal Golden Eagle International (RGEI), yang dulu dikenal sebagai Raja
Garuda Mas.
Pendidikan
- Sekolah Dasar di Belawan (1960)
- Sekolah Menengah Pertama di Medan (1963)
- Sekolah Menengah Atas di Medan (1966)
- Indonesia Executive Management Program, Insead, Prancis (1980)
- Harvard Business School AS (1982)
- Wharton Fellows Program (2001)
Organisasi
- Anggota Young Presiden's Organization (YPO)
- Anggota Mercantile Club
- Anggota Hilton Executive Club
- Anggota Indonesia Financial Executive Association (FEA)
- Anggota Canadian Pulp & Paper Association (CPPA)
- Anggota World Presidents Organization (WPO)
- Anggota Chief Executive Organization
- Prince of Wales Business Leaders Forum
Karir
- Pengusaha Toko Onderdil Mobil di Medan (1968)
- Direktur CV Karya Pelita di Medan (1972)
- Direktur Utama PT Raja Garuda Mas (1973)
- Dirut PT Bina Sarana Papan di Medan (1976)
- Dirut PT Overseas Lumber Indonesia di Medan (1979)
- Dirut PT Gunung Melayu (1980)
- Dirut PT Inti Indosawit Sejati (1980)
- Dirut PT Saudara Sejati Luhur (1985)
- Komisaris Utama PT Inti Indorayon Utama (1983 - sekarang)
- Chairman & CEO Raja Garuda Mas International (Sekarang)
Kiat - kiat Sukses
Pantang Menyerah Terhadap Keadaan
- Putus Sekolah, Sukanto Tanoto tetap semangat belajar. Ia terus rajin membaca apa saja mulai dari surat kabar, majalah, hingga buku.
- Sukanto Tanoto mau belajar apa pun secara otodidak. Contohnya mempelajari bahasa Inggris dengan kamus Inggris-Tiongkok.
- Tidak malu bertanya tentang apa pun yang tidak diketahuinya termasuk kepada pegawainya sendiri.
- Pindah dari Belawan ke Medan untuk meneruskan usaha keluarga. Sukanto Tanoto tetap tekun menjalaninya.
- Tidak takut menerima tantangan. Semua halangan malah dijadikan sebagai sarana belajar dan mengasah kemampuan.
Berani Terjun Ke Bidang Baru
- Mendirikan pabrik kayu lapis pada 1972. Sukanto Tanoto mau melakukannya karena menilai Indonesia tidak pantas mengimpor kayu lapis.
- Mendirikan Royal Golden Eagle pada 1973. Ia memulainya sebagai pionir industri kelapa sawit di Indonesia.
- Kembali menjadi perintis industri pulp and paper di Indonesia.
- Sukanto Tanoto selalu berani terjun ke bidang yang sebelumnya tidak diketahuinya sama sekali. Ia justru memandang hal tersebut sebagai kesempatan belajar.
Terus Belajar Sampai Kapanpun
- Meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi ketika sudah memiliki biaya.
- Rajin mengikuti kursus singkat dalam bidang bisnis di institusi pendidikan terkemuka seperti INSEAD dan The Wharton School.
- Selalu membaca buku. Kegiatan yang dilakukan di sela-sela perjalanan yang dilakukan.
- Mau terus belajar hal baru.
Membagikan Semangat Belajar dan Bekerja Keras ke Pihak Lain
- Sejak 1982, Sukanto Tanoto dan istrinya merintis pendirian Tanoto Foundation.
- Tanoto Foundation merupakan yayasan nirlaba yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
- Lewat Tanoto Foundation, Sukaanto Tanoto menyebarkan semangat belajar dan bekerja keras dengan beragam kegiatan.
Sumber :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar